Perguruan Tinggi Negeri Terima Lulusan Paket C
Meski Kelompok Belajar Paket C merupakan jalur pendidikan nonformal namun perguruan tinggi negeri tetap akan menerima pendaftaran mereka.
Hanya saja dalam seleksi penerimaan mahasiswa baru (SPMB) nanti siswa lulusan sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA) yang gagal dalam ujian nasional tahun ini dipastikan tidak akan mereka terima.
“Lulusan Paket C memang bisa mendaftar tapi tidak bagi siswa SLTA yang tahun ini tidak lulus ujian,” kata Ravik Karsidi, Ketua Panitian SPMB Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Solo, Sabtu pagi.
UNS tidak bisa menerima siswa SLTA yang tidak lulus dalam ujian nasional 2006 karena mereka belum dapat mengikuti ujian Kejar Paket C. Ujian paket ini baru akan digelar sekitar Agustus nanti. Adapun pendaftaran dan seleksi mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri sudah tutup.
Meski pelaksanaan ujian SPMB dipercepat menjadi bulan Agustus dari rencana sebelumnya bulan November, namun pelaksanaan ujian SPMB berlangsung lebih dahulu. “Ujian SPMB dilaksanakan 7 Juli, sementara itu Kejar Paket C baru bulan Agustus. Kalau untuk lulusan Kejar Paket C tahun lalu bisa saja mendaftar,” ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo mengatakan, siswa SLTA yang gagal ujian nasional Tahun Ajaran 2005/2006 bisa mengikuti seleksi penerimaan mahasiswa baru (SPBM) untuk masuk universitas pada ajaran 2006/2007 ini.
Bambang Sudibyo akan menyurati seluruh rektor perguruan tinggi serta lembaga dan instansi terkait, termasuk TNI, agar menerima pedaftaran mereka ini. Sebab, mereka tengah mengikuti kejar program paket C.
Menurut Ravik, perguruan tinggi tidak bisa menerima calon mahasiswa yang tidak lulus ujian SLTA karena Undang-Undang pendidikan menyatakan pendidikan tinggi diperuntukkan bagi seseorang yang telah menyelesaikan pendidikan di bawahnya.
Oleh karena itu, seseorang yang tidak memiliki tanda kelulusan SLTA baik yang diperoleh dari jalur formal maupun nonnormal tidak bisa melanjutkan sekolahnya. “Kalau hanya menerima pendaftaran bisa seperti pelalui penelusuran minat dan kemampuan, tapi mereka tetap tidak bisa diterima ketika tidak memiliki ijazah,” kata Ravik yang juga pembantu rekktor I UNS itu.